TUGAS 2 : PENGETAHUAN TEKNOLOGI SISTEM CERDAS
Pengertian Sistem Pakar
Pengertian Sistem Pakar
dapat didefinisikan Sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang menyamai kemampuan pengambilan keputusan dari sorang pakar. Kata menyamai tersebut memiliki pengertian bahwa system pakar diharapkan dapat bekerja dalam semua hal seperti halnya seorang pakar. Sistem pakar merupakan salah satu cabang dari Artificial Intelligent yang membuat penggunaan secara luas pengetahuan yang khusus untuk penyelesaian masalah tingkat manusia yang pakar dalam bidang tertentu.
Secara umum pengertian sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar. Dengan sistem pakar ini, orang awam pun dapat menyelesaikan masalahnya atau hanya sekedar mencari suatu informasi berkualitas yang sebenarnya hanya dapat diperoleh dengan bantuan para ahli di bidangnya. Sistem pakar juga akan dapat membantu aktivitas para pakar sebagai asisten yang berpengalaman dan mempunyai asisten yang berpengalaman dan mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan. Dalam penyusunannya, sistem pakar mengkombinasikan kaidah-kaidah penarikan kesimpulan (inference rules) dengan basis pengetahuan tertentu yang diberikan oleh satu atau lebih pakar dalam bidang tertentu. Kombinasi dari kedua hal tersebut disimpan dalam komputer, yang selanjutnya digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk penyelesaian masalah tertentu.
Komponen utama pada sistem pakar. System pakar itu sendiri terdiri dari 2 komponen utama yaitu knowledge base dan inference engine. Knowledge berisi pengetahuan yang digunakan dalam system pakar sedangkan inference engine menggambarkan kesimpulan yang dihasilkan oleh system pakar.
Tujuan dari sebuah system pakar adalah untuk mentransfer kepakaran yang dimiliki seorang pakar ke dalam computer, dan kemudian kepada orang lain. Aktivitas yang dilakukan untuk memindahkan kepakaran adalah sebagai berikut :
• Knowledge Acquisition
• Knowledge Representation
• Knowledge Inferencing
• Knowledge Transfering
dapat didefinisikan Sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang menyamai kemampuan pengambilan keputusan dari sorang pakar. Kata menyamai tersebut memiliki pengertian bahwa system pakar diharapkan dapat bekerja dalam semua hal seperti halnya seorang pakar. Sistem pakar merupakan salah satu cabang dari Artificial Intelligent yang membuat penggunaan secara luas pengetahuan yang khusus untuk penyelesaian masalah tingkat manusia yang pakar dalam bidang tertentu.
Secara umum pengertian sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar. Dengan sistem pakar ini, orang awam pun dapat menyelesaikan masalahnya atau hanya sekedar mencari suatu informasi berkualitas yang sebenarnya hanya dapat diperoleh dengan bantuan para ahli di bidangnya. Sistem pakar juga akan dapat membantu aktivitas para pakar sebagai asisten yang berpengalaman dan mempunyai asisten yang berpengalaman dan mempunyai pengetahuan yang dibutuhkan. Dalam penyusunannya, sistem pakar mengkombinasikan kaidah-kaidah penarikan kesimpulan (inference rules) dengan basis pengetahuan tertentu yang diberikan oleh satu atau lebih pakar dalam bidang tertentu. Kombinasi dari kedua hal tersebut disimpan dalam komputer, yang selanjutnya digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk penyelesaian masalah tertentu.
Komponen utama pada sistem pakar. System pakar itu sendiri terdiri dari 2 komponen utama yaitu knowledge base dan inference engine. Knowledge berisi pengetahuan yang digunakan dalam system pakar sedangkan inference engine menggambarkan kesimpulan yang dihasilkan oleh system pakar.
Tujuan dari sebuah system pakar adalah untuk mentransfer kepakaran yang dimiliki seorang pakar ke dalam computer, dan kemudian kepada orang lain. Aktivitas yang dilakukan untuk memindahkan kepakaran adalah sebagai berikut :
• Knowledge Acquisition
• Knowledge Representation
• Knowledge Inferencing
• Knowledge Transfering
Sistem Pakar atau Expert System adalah usaha
untuk menirukan seorang pakar. Biasanya Sistem Pakar berupa perangkat
lunak pengambil keputusan yang mampu mencapai tingkat performa yang
sebanding seorang pakar dalam bidang problem yang khusus dan sempit. Ide
dasarnya adalah: kepakaran ditransfer dari seorang pakar (atau sumber
kepakaran yang lain) ke komputer, pengetahuan yang ada disimpan dalam
komputer, dan pengguna dapat berkonsultasi pada komputer itu untuk suatu
nasehat, lalu komputer dapat mengambil inferensi (menyimpulkan,
mendeduksi, dll.) seperti layaknya seorang pakar, kemudian
menjelaskannya ke pengguna tersebut, bila perlu dengan alasan-alasannya.
Sistem Pakar malahan terkadang lebih baik unjuk kerjanya daripada
seorang pakar manusia!
Kepakaran atau expertise adalah pengetahuan
yang ekstensif (meluas) dan spesifik yang diperoleh melalui rangkaian
pelatihan, membaca, dan pengalaman. Pengetahuan membuat pakar dapat
mengambil keputusan secara lebih baik dan lebih cepat daripada non-pakar
dalam memecahkan problem yang kompleks. Kepakaran mempunyai sifat
berjenjang, pakar top memiliki pengetahuan lebih banyak daripada pakar
yunior.
Tujuan Sistem Pakar
Tujuan Sistem Pakar adalah untuk mentransfer kepakaran dari seorang pakar ke komputer, kemudian ke orang lain (yang bukan pakar). Proses ini tercakup dalam rekayasa pengetahuan (knowledge engineering) yang akan dibahas kemudian.
Keuntungan Sistem Pakar :
Secara garis besar, banyak manfaat yang dapat diambil dengan adanya sistem pakar, antara lain :
1. Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan para ahli.
2. Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis.
3. Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar.
4. Meningkatkan output dan produktivitas.
5. Meningkatkan kualitas.
6. Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar (terutama yang termasuk keahlian langka).
7. Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya.
8. Memiliki kemampuan untuk mengakses pengetahuan.
9. Memiliki reabilitas.
10. Meningkatkan kapabilitas sistem komputer.
11. Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian.
12. Sebagai media pelengkap dalam pelatihan.
13. Meningkatkan kapabilitas dalam penyelesaian masalah.
14. Menghemat waktu dalam pengambilan keputusan.
Penerapan Sistem Pakar dalam berbagai bidang :
Penerapan Sistem Pakar di bidang Pendidikan:
Inferensi
dengan rules merupakan implementasi dari modus ponen, yang
direfleksikan dalam mekanisme search (pencarian). Dapat pula mengecek
semua rule pada knowledge base dalam arah forward maupun backward.
Proses pencarian berlanjut sampai tidak ada rule yang dapat digunakan
atau sampai sebuah tujuan (goal) tercapai. Ada dua metode inferencing
dengan rules, yaitu forward chaining atau data-driven dan backward
chaining atau goal-driven.
Penerapan sistem pakar dalam bidang pendidikan:
Penelitian
tentang penggunaan system pakar dalam bidang pendidikan dilakukan oleh
prof. Gordon S. Novack Jr. pada Universitas of Texas, Austin, tahun
1990. Aplikasi system pakar ini diberi nama ISAAC yang memiliki parser
yang mampu membaca kalimat (dalam bahasa Inggris) dalam kecepatan 5000
kata/menit dan mampu menyelesaikan soal-soal Fisika Mekanik (Statika)
dalam waktu kurang dari 5 menit. Aplikasi ini dikerjakan oleh 1 tim
terdiri dari 60 0rang dan membutuhkan waktu 1 tahun. (E.S. Handbook,
1992).
Penerapan sistem pakar dalam bisnis:
1. Sistem Pakar dalam Pembe;lian
System
ini berfungsi untuk menilai dan memilih pemasok (supplier) dengan
pertolongan dan pengiriman barang secara optimal, dimana dalam hal ini
menunjang pemasok yang potensial. Dalam hal operasi, maka system ini
mempunyai fungsi penasihat kepada pembeli.
2. Sistem Pakar mengenai suku cadang mesin percetakan
Sistem ini menunjang pengujian secara teknis dari pesanan langganan dalam mesin cetak dan suku cadang yang diinginkan.
3. System pakar mengenai konsultasi program bantuan kredit bank
System ini membantu pada konsultasi tentang program kredit bantuan pada institusi public,
4. System pakar mengenai strategi perencanaan
System
ini berbasis system penunjang keputusan ( Dicision Support system)
untuk strategi perencanaan produk yang dikembangkan dari integrasi
system konvensional dan prototip system pakar.
Penerapan sistem pakar dalam bidang pertanian:
Dalam
dunia pertanian banyak sekali hal yang harus dipelajari agar dapat
menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Begitu banyaknya hal yang harus
diingat seperti media tanam yang berbeda bagi tiap jenis tanaman,
takaran pupuk, hama dan penyakit tanaman, dan banyak sekali cara agar
tanaman yang ditanam dapat menghasilkan hasil yang lebih baik. Tetapi,
manusia pasti mempunyai sifat pelupa yang memungkinkan hal-hal tersebut
di atas dan berakibat pada hasil pertanian yang kurang memuaskan dan
tidak stabil. Untuk mengatasi hal di atas, salah satunya dibutuhkan
suatu teknologi yang dapat membantu kita.
Oleh
karena itu, sistem pakar (expert system) mempunyai kemampuan untuk
memudahkan masalah-masalah praktis pada saat sang pakar berhalangan. Dan
salah satu implementasi sistem pakar pada bidang pertanian yaitu untuk
mengidentifikasi penyakit tanaman.
Banyak
sekali ragam hama dan penyakit tanaman dan beragam pula nama dan akibat
yang dihasilkannya. Ciri-ciri antara tanaman yang terkena penyakit satu
dengan penyakit yang lainnya sangat mirip sehingga membingungkan orang
awam atau pemula yang baru kenal untuk dapat mengidentifikasinya.
Sebaliknya ada juga tanaman yang terkena penyakit dengan ciri-ciri yang
berbeda namun tetap saja membingungkan dalam mengingat nama dan
penanggulangan penyakit tersebut.
Sistem
pakar ini sangat berguna untuk membantu petani dalam mengingat
jenis-jenis penyakit dan hama tanaman juga untuk mengenali ciri-cirinya
yang berguna untuk menanggulangi masalah penyakit tanaman sehingga dapat
meminimalkan kesalahan petani dalam mengatasi masalah ini.
Sistem Pakar dalam Bidang Psikologi :
Implementasi
sistem pakar banyak digunakan dalam bidang psikologi karena sistem
pakar dipandang sebagai cara penyimpanan pengetahuan pakar pada bidang
tertentu dalam program komputer sehingga keputusan dapat diberikan dalam
melakukan penalaran secara cerdas. Irisan antara psikologi dan sistem
pakar melahirkan sebuah area yang dikenal dengan nama cognition &
psycolinguistics. Umumnya pengetahuannya diambil dari seorang manusia
yang pakar dalam domain tersebut dan sistem pakar itu berusaha meniru
metodelogi dan kinerjanya (performance) (Kusumadewi, 2003).
Salah
satu implementasi yang diterapkan sistem pakar dalam bidang psikologi,
yaitu untuk sistem pakar menentukan jenis gangguan perkembangan pada
anak. Anak-anak merupakan fase yang paling rentan dan sangat perlu
diperhatikan satu demi satu tahapan perkembangannya. Contoh satu bentuk
gangguan perkembangan adalah conduct disorder. Conduct disorder adalah
satu kelainan perilaku dimana anak sulit membedakan benar salah atau
baik dan buruk, sehingga anak merasa tidak bersalah walaupun sudah
berbuat kesalahan.
Dampaknya
akan sangat buruk bagi perkembangan sosial anak tersebut. Oleh karena
itu dibangun suatu sistem pakar yang dapat membantu para pakar/psikolog
anak untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak dengan
menggunakan metode Certainty Factor (CF).
Contoh
implementasi lainnya adalah aplikasi tes kepribadian berbasiskan sistem
pakar ini, lebih mudah dan lebih cepat dalam proses pengukuran
kepribadian dibandingkan metode terdahulu, sehingga memberikan banyak
keuntungan dari segi penghematan waktu, tenaga, dan memudahkan kinerja
user (pemakai) dalam mengukur kepribadiannya masing-masing. Selain itu
aplikasi tes kepribadian ini dikemas dengan tampilan yang cukup menarik.
Aplikasi Sistem Pakar Di Bidang Kedokteran
Contoh
alat kedokteran yang menerapkan sistem pakar di dalamnya antara lain
USG (ultrasonografi). Alat ini bekerja berdasarkan pantulan gelombang
suara ultrasonik. Banyak digunakan untuk mendeteksi janin dalam
kandungan. Alat ini bekerja dengan menerima input berupa suara yang lalu
diolah menjadi sebuah informasi berupa visual. Alat ini cukup aman
karena tidak menimbulkan radiasi seperti sinar-x yang biasanya digunakan
untuk rontgen.
Alat
lain yang menerapkannya adalah pengukur kadar lemak dalam darah. Alat
ini berfungsi untuk mengetahui kadar lemak dalam darah seseorang.
Terlebih dahulu diberi input yang mendukung perhitungan. Perhitungan
alat ini telah dirumuskan dengan rule base yang telah terprogram.
Setelah input dimasukkan maka alat ini secara otomatis mengolah datanya
dan hasilnya berupa keputusan.
Sistem Pakar pada bidang Kecerdasan Buatan :
Artificial
Intelligence atau Kecerdasan Buatan adalah suatu sistem informasi yang
berhubungan dengan penangkapan, pemodelan dan penyimpanan kecerdasan
manusia dalam sebuah sistem teknologi informasi sehingga sistem tersebut
memiliki kecerdasan seperti yang dimiliki manusia. Sistem ini
dikembangkan untuk mengembangkan metode dan sistem untuk menyelesaikan
masalah, biasanya diselesaikan melalui aktifivitas intelektual manusia,
misal pengolahan citra, perencanaan, peramalan dan lain-lain,
meningkatkan kinerja sistem informasi yang berbasis komputer.
Kecerdasan
buatan didefinisikan sebagai kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu
entitas buatan. Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) adalah
bagian dari ilmu komputer yang mempelajari bagaimana membuat mesin
(komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan
oleh manusia bahkan bisa lebih baik daripada yang dilakukan manusia.
Penerapan Sistem pakar dalam bidang Industri / Manufaktur :
Manufaktur di definisikan sebagai urutan-urutan kegiatan yang saling
berhubungan meliputi perancangan, perencanaan, pemilihan material,
produksi, pengontrolan kualitas, menajemen serta pemasaran produk.
Proses manufaktur yang penyelesaiannya dapat dibantu oleh system pakar
antara lain :
-Sistem Pakar Dalam Perancangan
-System Pakar Dalam Perencanaan
-Sistem Pakar Dalam Penjadwalan
-Sistem Pakar Dalam Proses Kontrol
-Sistem Pakar Dalam Production Planning Dan Production Control
Contoh Sistem pakar yang sudah di publikasikan :
Sistem
pakar mendiagnosis berbagai jenis penyakit pada manusia, baik penyakit
mata, THT (telinga, hidung, tenggorokan), mulut, organ dalam (jantung,
hati, ginjal), maupun AIDS (Hamdani, 2010).
Di dunia kedokteran, sudah banyak bermunculan aplikasi sistem pakar.
Sistem pakar ini mampu mendiagnosis berbagai jenis penyakit pada
manusia, baik penyakit mata, THT (telinga, hidung, tenggorokan), mulut,
organ dalam (jantung, hati, ginjal), maupun AIDS (Hamdani, 2010). Dengan
adanya sistem pakar ini, orang awam mampu mendeteksi adanya penyakit
pada dirinya berdasarkan gejala-gejala yang dirasakan oleh orang
tersebut dengan menjawab pertanyaan pada aplikasi seperti halnya
konsultasi ke dokter.
Aplikasi sistem pakar dalam bidang kedokteran yang dibuat dengan proses penelusuran maju (forward chaining)
mampu mengenali jenis penyakit pada manusia, terutama jenis penyakit
mata. Aplikasi sistem pakar ini dapat menjadi sarana untuk menyimpan
pengetahuan tentang penyakit terutama yang berkenaan dengan jenis
penyakit mata dari para pakar atau ahlinya. Sistem pakar mampu membantu
pasien maupun dokter dalam menyediakan sistem pendukung keputusan dan
saran dari pakar.
Pada aplikasi sistem pakar umumnya user akan diminta untuk menjawab pertanyaan sesuai dengan gejala yang dirasakan. Dalam aplikasi ini, user menjawab
dengan ya atau tidak. Setelah menjawab beberapa pertanyaan, maka
aplikasi akan menghasilkan kesimpulan mengenai jenis penyakit mata yang
diderita user. Pada aplikasi sistem pakar lainnya, tidak jarang
juga sudah memberikan solusi atau cara penanganan terhadap jenis
penyakit yang diderita tersebut.
SUMBER/REFERENSI :
http://note-why.blogspot.co.id/2012/09/pengertian-sistem-pakar.html
https://naynaimah.wordpress.com/2013/12/29/contoh-sistem-pakar-dan-penerapannya/








