Individu
Individu adalah seorang manusia yg tidak hanya memiliki peranan khas didalam lingkungan sosialnya, melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya.
Keluarga
Keluarga adalah unit atau satuan masyarakat yang terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Biasanya sebuah keluarga terdiri dari suami, isteri, dan anak-anaknya.
Masyarakat
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.
Golongan Masyarakat Menurut Perkembangannya
- Masyarakat Sederhana, dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitif), pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin.
- Masyarakat Maju, memiliki aneka ragam kelompok sosial atau lebih dikenal dengan sebutan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
Pertumbuhan Individu
Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Pada proses asosiasi yang primer adalah bagian-bagian. Bagian-bagian yang ada lebih dahulu, sedangkan keseluruhan ada pada kemudian. Bagianbagian ini terkait menjadi satu sama lain menjadi keseluruhan oleh asosiasi. Proses Asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara bertahap karena pengaruh baik dari pengalaman atau empiris luar melalui panca indera yang menimbulkan sensations maupun pengalaman mengenai keadaan batin sendiri yang menimbulkan reflexionis.
Sedangkan pendapat aliran psikologi Gestalt tentang pertumbuhan yaitu proses diferensiasi. Pokok dalam proses diferensiasi adalah keseluruhan, sedangkan bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian dari keseluruhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lain. Jadi, keseluruhan lebih dulu ada, baru kemudian menyusul bagian-bagian. Jadi, pertumbuhan adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal sesuatu secara keseluruhan kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada.
Lain halnya dengan aliran sosiologi, aliran ini menganggap pertumbuhan adalah proses sosialisasi yaitu proses perubahan dari sifat mula-mula yang sosial kemudian secara bertahap disosialisasikan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan
- Pendirian Nativistik Pertumbuhan individu yang semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir.
- Pendirian Empiristik dan Environmentalistik Pertumbuhan individu yang semata-mata tergantung pada lingkungan sedangkan faktor dasar tidak berperan sama sekali.
- Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme Pertumbuhan individu yang ditentukan berdasarkan interaksi antara dasar dan lingkungan.
Tahap Pertumbuhan Individu Berdasar Psikologi
- Masa vital yaitu dari umur 0,0 sampai umur 2,0 tahun
- Masa estetik yaitu dari umur 2,0 sampai umur 7,0 tahun
- Masa intelektual yaitu dari umur 7,0 sampai umur 13,0 atau 14,0 tahun
- Masa sosial yaitu dari umur 13,0 atau 14,0 sampai umur 20,0 tahun atau 21,0 tahun
Fungsi Keluarga
Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh keluarga.
Macam-Macam Fungsi Keluarga
- Fungsi Biologis, dengan fungsi ini diharapkan agar keluarga dapat menyelenggarakan persiapan-persiapan perkawinan bagi anak-anaknya karena dengan perkawinan akan terjadi proses kelangsungan keturunan.
- Fungsi Pemeliharaan, keluarga diwajibkan untuk berusaha agar setiap anggotanya dapat terlindung dari gangguan-gangguan kesehatan, bahaya, dll.
- Fungsi Ekonomi, keluarga diwajibkan memenuhi kebutuhan manusia yang pokok yaitu pangan, sandang, papan. Selain itu, keluarga juga berusaha melengkapi kebutuhan jasmani seperti alat-alat sekolah, permainan anak, dll.
- Fungsi Keagamaan, keluarga diwajibkan untuk menjalani dan mendalami serta mengamalkan ajaran-ajaran agama dalam pelakunya sebagai manusia yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Fungsi Sosial, dengan fungsi ini keluarga berusaha untuk mempersiapkan bekal selengkap-lengkapnya untuk anak-anaknya dengan memperkenalkan nilai-nilai dan sikap-sikap yang dianut oleh masyarakat serta mempelajari peranan-peranan yang diharapkan akan mereka jalankan kelak bila sudah dewasa. Dengan demikian terjadi sosialisasi.
Hubungan antara Individu, Keluarga, dan Masyarakat
Suatu individu dapat mengetahui dan mengembangkan potensi dirinya ketika individu tersebut mampu berinteraksi atau bersosialisasi dengan anggota keluarga dan anggota masyarakat karena keluarga merupakan media sosialisasi yang paling berperan dalam pembentukan potensi diri suatu individu sedangkan masyarakat merupakan faktor penunjang yang berperan dalam pengembangan sosialisasi secara lebih luas sehingga masyarakat tidak kalah pentingnya dengan keluarga. Sedangkan untuk membentuk suatu keluarga dan masyarakat diperlukan individu karena individu merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri melainkan saling bergantung pada individu lainnya. Jadi tidak dapat kita pungkiri lagi bahwa hubungan antara individu, keluarga, dan masyarakat sangatlah erat karena tidak akan ada sebuah keluarga dan masyarakat tanpa adanya individu, begitu juga sebaliknya, individu tidak akan dapat mengembangkan potensi diri serta bersosialisasi tanpa adanya keluarga dan masyarakat.
Urbanisasi adalah suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan. Secara umum, sebab-sebab suatu daerah memiliki daya tarik sedemikian rupa sehingga orang pendatang semakin banyak, adalah sebagai berikut:
1. Daerah yang termasuk menjadi pusat pemerintahan
2. Tempat tersebut letaknya sangat strategis untuk usaha-usaha perniagaan
3. Timbulnya industri di daerah itu, baik industri barang ataupun jasa
Proses Terjadinya Urbanisasi:
Pertama, pemerintah berkeinginan untuk sesegera mungkin meningkatkan proporsi penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Hal ini berkaitan dengan kenyataan bahwa meningkatnya penduduk daerah perkotaan akan berkaitan erat dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi negara. Data memperlihatkan bahwa suatu negara atau daerah dengan tingkat perekonomian yang lebih tinggi, juga memiliki tingkat urbanisasi yang lebih tinggi, dan sebaliknya. Negara-negara industri pada umumnya memiliki tingkat urbanisasi di atas 75 persen. Bandingkan dengan negara berkembang yang sekarang ini. Tingkat urbanisasinya masih sekitar 35 persen sampai dengan 40 persen saja.
Kedua, terjadinya tingkat urbanisasi yang berlebihan, atau tidak terkendali, dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada penduduk itu sendiri. Ukuran terkendali atau tidaknya proses urbanisasi biasanya dikenal dengan ukuran primacy rate, yang kurang lebih diartikan sebagai kekuatan daya tarik kota terbesar pada suatu negara atau wilayah terhadap kota-kota di sekitarnya. Makin besar tingkat primacy menunjukkan keadaan yang kurang baik dalam proses urbanisasi. Sayangnya data mutahir mengenai primacy rate di Indonesia tidak tersedia. Dikarenakan faktor urbanisasi, antara lain factor – factor urbanisai di bagi menjadi 3 yakni :
A. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
1. Kehidupan kota yang lebih modern
2. Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
3. Banyak lapangan pekerjaan di kota
4. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas
B. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
1. Lahan pertanian semakin sempit
2. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
3. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
4. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
5. Diusir dari desa asal
6. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
C. Keuntungan Urbanisasi
1. Memoderenisasikan warga desa
2. Menambah pengetahuan warga desa
3. Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
4. Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Nama : Iqbal Reza Ramadhan
Kelas : 1KA31
NPM : 15114411







